Home Breaking News Tips Mudik Aman Ala Rifat

Tips Mudik Aman Ala Rifat

SHARE

Rifat

JAKARTA | Otorai.com – Mudik Lebaran merupakan tradisi pulang ke kampung halaman untuk bertemu dan berkumpul bersama orang tua, sanak saudara, juga kerabat terdekat dalam rangka bersilatrahmi menyambut Hari raya Idul Fitri. Berbagai macam transportasi digunakan oleh pemudik sebagai sarana untuk bisa mencapai kampung halaman tujuan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan bersama.

Banyak kemungkinan yang terjadi pada saat perjalanan mudik berlangsung, seperti kecelakaan pada kendaraan pemudik sehingga momen haru yang diimpikan bisa hilang begitu saja ketika kecelakaan menimpa saudara, kawan, bahkan diri kita sendiri.Selaku Direktur Rifat Drive Labs, Rifat Sungkar tak bosan-bosannya mengimbau para pemudik untuk selalu mengutamakan keselamatan dalam  melakukan perjalanan mudik.

“Perjalanan yang baik selalu dilakukan dengan manajemen perjalanan yang baik. Maka dari itu, ada beberapa hal yang patut diperhatikan terkait keselamatan mengemudi jelang musim mudik Lebaran kali ini.” jelasnya, dalam siaran pers yang redaksi otorai terima.(27/6)

Rifat juga menegaskan bahwa para pemudik perlu memastikan perjalanan berlangsung dalam waktu yang tidak terlalu ketat terkait jadwal libur. Kemudian, pemudik juga perlu memastikan bahwa dirinya dalam kondisi sehat, baik fisik maupun mental. Tidak hanya itu, Pemudik juga harus melengkapi dirinya dengan SIM dan STNK aktif demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Rifat2

Selanjutnya, pemudik perlu melakukan survei untuk mengetahui dan menentukan rute aman selama perjalanan (direkomendasikan untuk melakukan perjalanan pada pagi atau siang hari karena setiap fasilitas atau sarana darurat masih mudah diakses, seperti bengkel, rumah sakit, kantor polisi, rumah makan, dan lain-lain). Pemudik juga diimbau untuk menyimpan nomor-nomor penting seperti kerabat atau keluarga, polisi, rumah sakit, hingga bengkel darurat.

Jika memungkinkan, ajak pula pengendara pengganti agar terhindar dari rasa lelah yang berlebihan. Idealnya, perjalanan dilakukan maksimal sepuluh jam dalam satu hari dan sudah termasuk masa istirahat selama perjalanan (setiap dua jam perjalanan, lakukan rehat selama 10 – 15 menit dan lakukan secara berkala setiap dua jam sepanjang perjalanan).

Rifat juga mengajak pemudik untuk selalu memastikan kendaraan dalam keadaan sehat dengan melakukan servis rutin, termasuk mengecek fungsi-fungsi yang ada pada setiap kendaraan seperti pelumas, rem, ban, lampu, dan lain-lain. Pemudik juga harus selalu taat terhadap rambu-rambu serta petunjuk jalan yang telah berlaku. Jangan lalai untuk selalu menjaga batas kecepatan dan jarak aman dengan kendaraan lain terkait manuver darurat dari pengendara lain yang mungkin saja terjadi.

Setelah segala sesuatunya telah dipersiapkan dengan baik, Rifat mengingatkan agar semua pemudik untuk tetap selalu menjaga asupan makanan atau minuman yang sehat dan proporsional perlu diperhatikan, terlebih jika masih melakukan ibadah puasa selama perjalanan dan Ingat jangan lupa berdoa agar rencana perjalanan dapat dilancarkan oleh Tuhan Yang Maha Esa.(rhs)

SHARE