Home Breaking News Bridgestone Umumkan Kebijakan Baru Berbasis Lingkungan Hidup

Bridgestone Umumkan Kebijakan Baru Berbasis Lingkungan Hidup

SHARE

TOKYO | Otorai.com – Bridgestone Corporation selaku produsen Ban terkemuka kelas dunia, hari ini (06/02/2018) mengumumkan Kebijakan baru bagi pemasok dan rekanannya.

Kebijakan ini berkaitan dengan identifikasi dan evaluasi pemasok terkualifikasi, mempromosikan praktek terbaik, dan berperan sebagai alat komunikasi dan pengembangan di industri ini.

Tidak hanya itu, Kebijakan ini menggambarkan komitmen perusahaan terhadap lingkungan, sosial dan ekonomi jangka panjang. Kebijakan tentunya juga berlaku terhadap semua produk dan jasa yang digunakan, termasuk untuk seluruh pemasok global.

Masaaki Tsuya,CEO dan Representative Executive Officer, Bridgestone Corporation, dalam keterangan resminya mengatakan, bahwa Kebijakan ini merupakan langkah penting dalam mewujudkan komitmen tanggung jawab sosial perusahaan global Bridgestone Group, “Our Way to Serve,” mengenai bagaimana berbisnis, mengembangkan produk, dan berinteraksi terhadap konsumen dan komunitas.

“Kami menyadari kemampuan dan tanggung jawab kami untuk mendorong perubahan dan peningkatan cara industri berinteraksi dengan lingkungan dan komunitas di seluruh dunia,” ungkapnya.

Lebih jauh Masaki Tsyua juga berharap kalau pemasok dan rekanan akan dapat bekerja bersama untuk mencapai rantai pasokan yang berkelanjutan.

Kebijakan baru ini sejalan dengan tujuan Bridgestone untuk menggunakan 100% sustainable materials di produk-produknya sebagai visi jangka panjang tahun 2050 dan selanjutnya.

Sebagai pengguna karet alam dalam jumlah besar, kebijakan ini menggambarkan harapan Bridgestone terhadap masalah kritis dalam rantai pasokan karet alam global yang kompleks dan semakin menipis.

Agar kebijakan ini berjalan sesuai dengan yang diharapkan, Bridgestone merangkul pemangku kepentingan eksternal, termasuk konsultan internasional, organisasi non-pemerintah (LSM), pemasok material, petani karet alam, dan pelanggan utama untuk memberikan masukan. (rhs)

SHARE