Home Breaking News Sinergi Pemerintah dan Mitsubishi Dorong Produksi Kendaraan LCEV

Sinergi Pemerintah dan Mitsubishi Dorong Produksi Kendaraan LCEV

SHARE

JAKARTA | Otorai.com – Ditengah isu pemanasan global setiap negara dituntut komitmennya untuk dapat mengurangi efek emisi CO2 agar tercapai sebuah generasi yang lebih baik dan sehat. Seperti diketahui, Indonesia merupakan penyumbang gas rumah kaca ke 5 terbesar di dunia.

Mobil listrik merupakan salah satu solusi untuk mengurangi efek rumah kaca akibat dari CO2 kendaraan bermotor, karena mobil listrik rendah emisi karbon (Low Carbon Emission Vehicle) yang ramah lingkungan.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Prindustrian memberikan apresiasi kepada Mitsubishi Motors Corporation (MMC) dan PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia atas kerjasamanya dalam rangka studi bersama sosialisasi penggunaan mobil listrik di indonesia.

Airlangga Hartanto, selaku Menteri Perindustrian Republik Indonesia mengatakan di sela-sela serah terima 10 kendaraan listrik hibah dari Mitsubishi, bahwa pemerintah kini sedang menyusun peta jalan arah kebijakan dan pengembangan kendaraan rendah emisi.

“Apresiasi setinggi-tingginya kami kepada Mitsubishi Motors Company untuk berkomitmen dan bekerjasama dalam pengembangan kendaraan listrik,” ungkapnya di Kantor kemeterian Perindustria Indonesia, jakarta (26/02).

Kesepuluh mobil listrik hibah dari Mitsubishi guna mendukung program LCEV tersebut terdiri dari delapan unit Mitsubishi Outlander PHEV (model SUV plug-in hybird) dan dua unit Mitsubishi i-MiEV.

Mitsubishi Outlander PHEV memiliki kecepatan maksimal 200 km/jam dan mampu menempuh jarak 800 km dengan kombinasi bahan bakar bensin dan tenaga listrik. Apabila hanya menggunakan tenaga listrik (full EV) mampu meempuh jarak 55 km.

Sementara, Mitsubishi i-MiEV memiliki kecepatan maksimal 120 km/jam dengan jarak tempuh 120 km/jam dengan kondisi full charges listrik.

Kedua jenis kendaraan listrik ini akan disertakan dalam serangkaian studi bersama untuk melihat kinerja mobil listrik di Indonesia yang mempunyai karakeristik khusus, sekaligus ingin melihat respon konsumen sebagai sosialisasi kendaraan listrik di Indonesia.

Sinergi kedua belah pihak antara pemerintah Indonesia dan Mitsubishi ini dalam menuju era kendaraan bermotor emisi rendah karbon selayaknya perlu mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Menperin juga menegaskan kalau  pihaknya bersama stokeholder sedang mereviu peta jalan arah dan pengembanagan industri alat transportasi nasional dalam rangka menyesuaikan perkembangan teknologi industri otomotif, salah satunya mendorong produksi kendaraan LCEV.

“Kami telah melakukan tahapan dengan mengembangkan kendaraan bermotor hemat energi dan harga terjangkau (KBH2), lalu akan dilanjutkan dengan kendaraan hibrid hingga kendaraan listrik,” imbuhnya.

Memang tidak mudah seperti membalikan tangan, tahapan menuju kendaraan lisrik memerlukan waktu bagi pemerintah dan pelaku industri mempersiapkan regulasi dan payung hukumnya.

Tidak hanya itu, kesiapan industri komponen juga diutamakan dalam menyiapakn baterai, Motor listrik dan power control unit (PCU) sehingga pengembangan kendaraan listrik dapat mendukung program pendalaman struktur industri otomotif nasional.

Sinergi kedua belah pihak ini antara pemerintah dan Mitsuishi paling tidak telah memulai tonggak sejarah baru dalam menuju penggunaan kendaraan listrik untuk masa depan yang lebih baik. (rhs)

SHARE