Home Breaking News DPP Organda Desak Pemerintah Mengurai Kemacetan Seputar Kawasan Tanjung Priok

DPP Organda Desak Pemerintah Mengurai Kemacetan Seputar Kawasan Tanjung Priok

SHARE

JAKARTA | Otorai.com – Semerawut kemacetan diseputar kawasan pelabuhan Tanjung Priok masih terus berlangsung sehingga pihak Organda mendesak Pemerintah khususnya Kementerian Perhubungan dan Kementerian PUPR serta pihak terkait seperti Korlantas Polri segera mengambil langkah strategis untuk mengatasinya.

Ivan Kamadjaja selaku Ketua Angkutan Barang DPP Organda mengatakan dalam keterangan resminta, bahwa kemacetan di kawasan Pelabuban Tanjung Priok, khususnya NPCT yang terjadi hampir sepanjang hari.

“Kemacetan parah itu harus segera diatasi guna menghindari kerugian yang makin besar, Akibat kemacetan parah yang hampir tak kenal waktu membuat kerugian cukup besar, khususnya bagi pelaku usaha logistik nasional,” ungkapnya (03/05).

Lebih jauh dia juga menegaskan, kalau Waktu tempuh ke pelabuhan menjadi lama, biaya operasonal tinggi terutama biaya BBM dan lainnya. Semua itu akan bermuara pada harga barang yang naik pula.

“Jika biaya transportasi mahal, harga barang dan jasa ikut terdongkrak naik. Akibatnya akan memukul daya beli rakyat,” tambah Ivan.

Jika kondisi ini tak segera diatasi, dikhawatirkan memicu ekonomi biaya tinggi dan merugikan semua pihak termasuk rakyat sebagai konsumen akhir.

Oleh karena itu, Ivan berharap Pemerintah harus hadir dan membantu mengurai masalah ini khususnya kemacetan di kawasan Pelabuban Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Selama ini, lebih dari 50% komoditas ekspor impor nasional dilayani melalui Pelabuhan Tanjung Priok yang merupakan daerah strategis untuk mendongkrak laju perpurtaran ekonomoi nasional.

“Bisa dibayangkan dampaknya kalau di kawasan pelabuhan terbesar di Indonesia terus dilanda kemacetan parah,” imbuhnya lagi.

Sementara, Kadep Angkutan Barang dan Multimoda DPP Organda Kusuma Natali menambahkan, pihaknya tengah mengejar target pengiriman barang ke pelabuhan atau sebaliknya mengirimkan bahan baku ke industri.

“Sebelum Lebaran dan truk tiga sumbu atau lebih dilarang beroperasi, semua komoditas ekspor sudah sampai pelabuhan,” kata Kusuma.

Target pengiriman barang menjelang libur panjang Lebaran dikhawatirkan tak tercapai jika jalanan terus berlangsung macet yang berakibat pada ekonomi biaya tinggi.

“Jika itu yang terjadi, maka kita sebagai bangsa akan rugi,” tandas Kusuma.

Aapa yang dikhawatirkan Organda nampaknya harus segera direspon Pemerintah agar geliat ekonomi dikawasan Tanjung priok bisa berjalan sebagaimana yang diharapkan bagi semua masyarakat khusunya para pelaku ekonomi terkait. (rhs. Foto : Istimewa)

SHARE