Home Breaking News Makin Seru, Jogjakarta Truck Festival 2018 Usung Tema ‘Panorama Indonesia’

Makin Seru, Jogjakarta Truck Festival 2018 Usung Tema ‘Panorama Indonesia’

SHARE

JAKARTA | Otorai.com – Perhelatan akabar Jogjakarta Truck Festival (JTF) sebentar lagi akan dihelat di Jogja Expo Center Yogyakarta 8 hingga 9 September 2018.

Gelaran yang kali ini diklaim bakal menyuguhkan tampilan yang berbeda dari perhelatan serupa di tahun-tahun sebelumnya. Bahkan konon kabarnya para seniman airbrush juga akan ambil bagian menampilkan kreasinya.

Para peserta yang akan hadir di festival akan banyak diikuti oleh truk-truk yang berteknologi terkini dari berbagai merek.

Herry Irmayesi, selaku Wakil Ketua Panitia Penyelenggara JTF 2018 mengatakan seperti dilansir dari motoris.id, bahwa ada perbedaan penyelengraan dari tahun-tahun sebelumnya.

“Pada tahun ini, misalnya, truk yang menjadi peserta banyak yang memiliki teknologi berbeda, yang biasanya menggunakan manual kini ada yang memakai hidrolik elektrik,” ungkapnya. (27/08)

Kehadiran para seniman airbrush yang terlibat di hajatan yang mengusung tema ‘Panorama Indonesia’ ini dipastikan akan menambah keseruan festival.

Keterlibatan mereka bukan sekadar memoles truk dengan beraneka kreatifitas seni saja, tetapi juga sesuai dengan tema Festival yakni ‘Panorama Indonesia’.

Lebih jauh Herry juga menambahkan tetantang tema yang dipilih untuk mempromosikan sektor pariwisata, khususnya Yogyakarta, dan Indonesia pada umumnya.

Bahkan, beragam obyek wisata diharapkan menjadi obyek goresan seni lukis para seniman airbrush di badan atau bak truk peserta.

Pada JTF kali ini sedikitnya 200 peserta truk bakal mengikutinya. Selain itu, ada komunitas penggemar truk, karoseri, serta industri aksesoris pendukung.

Sementara itu, dari sisi modifikasi yang diusung oleh peserta, panitia tidak membatasi konsepnya. Namun, modifikasi tersebut tetap ditekankan pada aspek fungsional dari truk yang tetap terjaga.

“Truk yang merupakan sarana untuk menunjang kegiatan bisnis sehari-hari tetap bisa digunakan dan produktif. Oleh karena itu, aspek keamanan, kenyamanan, selain faktor estetika atau seni yang digunakan sebagai dandanan tetap terjaga,” tutup Herry. (rhs/istimewa)

SHARE