Bosch Young Inventors 2017 Memupuk Semangat Inovasi Kaum Muda Melalui kompetisi

Bosch Young Inventors 2017 Memupuk Semangat Inovasi Kaum Muda Melalui kompetisi

SHARE

JAKARTA | Otorai.com – Bosch, penyedia layanan dan teknologi global terkemuka, hadirkan kompetisi Bosch Young Inventors hadir sebagai wadah bagi penemu muda berbakat Indonesia untuk berkarya dalam gelaran Bosch Young Inventors 2017.

Bos hari ini (06/11) mengumumkan tim inventor pemenang dari Universitas Brawijaya sebagai pemenang kompetisi berkat temuan mereka yang dapat membantu mengatasi penyebaran vaksin palsu di Indonesia.

Sebagai pemenang Bosch Young Inventors tahun ini, lima anggota tim asal Malang, Jawa Timur ini akan menyambangi kantor pusat serta pusat penelitian dan pengembangan Bosch Asia Tenggara di Singapura yang bertajuk “Bosch Innovation Bootcamp” Januari 2018 mendatang guna memperluas wawasan dan meningkatkan kemampuan mereka.

Lima mahasiswa Universitas Brawijaya (Malang, Jawa Timur) menciptakan detektor vaksin palsu yang disebut X-Factor (Detektor Vaksin Palsu Ekstra Cepat). X-Factor dapat membantu mengurangi risiko efek samping yang mungkin terjadi disebabkan oleh penggunaan vaksin palsu.

“Kami sangat bangga dapat menerima penghargaan ini, khususnya dari perusahaan yang unggul di bidang inovasi seperti Bosch. Kami sangat menantikan kesempatan bertemu dan belajar bersama para ahli dari Bosch di Singapura, khususnya dalam mengembangkan inovasi dan teknologi masa depan,” ungkap Oktivia Ditasari, perwakilan tim penemu X-Factor.

Sementara managing director Bosch di Indonesia Andrew Powell mengatakan ketika memberika apresiasi kepada para pemenang bahwa, Semangat di balik kegiatan Bosch Young Inventors adalah untuk menginspirasi dan mendorong talenta lokal agar terus hadir dengan solusi teknologi yang dapat memberikan dampak positif bagi Bangsa.

“Kami terkesan dengan kreativitas dan ragam ide yang bermunculan, dan kami sangat senang melihat meningkatnya antusiasme kalangan muda Indonesia terhadap teknologi dan inovasi demi kemajuan bersama,” jelasnya.

Bosch Young Inventors pertama kali hadir pada 2016, sebagai bagian dari debut kampanye merek regional bartajuk ‘Kami mendukung sebuah perubahan’ yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan bagaimana perusahaan membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat setiap hari.

Memasuki tahun kedua penyelenggaraannya, Bosch mendukung tiga tim inovator muda Indonesia melalui kerja sama dengan Kick Andy Show, sebuah program televisi nasional ternama. Pemenang kemudian ditentukan melalui kontes sosial media di Facebook.

Akhirnya Tim asal Universitas Brawijaya berhasil keluar sebagai pemenang berdasarkan jumlah total 10,663 likes dan shares yang mereka terima selama periode kontes.

Sedangkan 2 peserta lainnya bersala dari tiga mahasiswa Universitas Gadjah Mada (Yogyakarta) menciptakan lampu alternatif yang bekerja tanpa listrik, bernama Solacan (Solar in Can) dan , empat mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil mengembangkan inkubator portabel, yang sangat berguna sebagai aset evakuasi bayi saat terjadi bencana alam. (rhs)

SHARE